pgpaud.umsida.ac.id — Bebekan, Sidoarjo Pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter, keterampilan, dan kesadaran sosial anak.
Pada fase inilah nilai-nilai dasar kehidupan, seperti tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, serta kecintaan terhadap lingkungan mulai ditanamkan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, TPA KB TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis praktik berupa menanam tanaman, sebagai bagian dari upaya menstimulasi perkembangan motorik anak sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan melibatkan seluruh peserta didik dari jenjang TPA, Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-Kanak (TK).
Dengan pendampingan penuh dari para guru, anak-anak diajak untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan menanam, mulai dari pengenalan tanaman, persiapan media tanam, proses penanaman bibit, hingga penyiraman tanaman.
Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Pembelajaran Kontekstual sebagai Pendekatan Utama
Dalam dunia pendidikan anak usia dini, pembelajaran kontekstual menjadi pendekatan yang sangat relevan.
Anak-anak belajar paling efektif melalui pengalaman langsung yang melibatkan pancaindra dan aktivitas fisik.
Oleh karena itu, kegiatan menanam tanaman dipilih sebagai media pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan secara kognitif, tetapi juga pengalaman nyata yang bermakna bagi anak.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak sekadar menerima penjelasan teoritis tentang tanaman dan lingkungan, melainkan mempraktikkan secara langsung bagaimana cara menanam dan merawat tanaman.
Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, mengarahkan, serta memberikan stimulus pertanyaan sederhana agar anak-anak dapat berpikir dan bereksplorasi secara aktif.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD yang menekankan pada learning by doing, di mana anak belajar melalui aktivitas konkret.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami, menyenangkan, dan berkesan dalam ingatan anak.
Melatih Perkembangan Motorik Anak Usia Dini
Salah satu tujuan utama dari kegiatan menanam tanaman ini adalah untuk melatih perkembangan motorik anak, baik motorik halus maupun motorik kasar.
Dalam proses menanam, anak-anak melakukan berbagai aktivitas fisik seperti menggenggam tanah, memegang bibit tanaman, memasukkan tanah ke dalam pot atau media tanam, serta menyiram tanaman menggunakan alat sederhana.
Aktivitas tersebut secara tidak langsung melatih koordinasi antara tangan dan mata, kekuatan otot jari, serta keseimbangan tubuh anak.
Motorik halus terasah ketika anak memegang bibit dan tanah dengan hati-hati, sementara motorik kasar berkembang saat anak berdiri, berjalan, membungkuk, dan mengangkat alat penyiram.
Para guru menjelaskan bahwa stimulasi motorik sangat penting pada usia dini karena berkaitan erat dengan kesiapan anak dalam mengikuti tahap perkembangan selanjutnya, termasuk kemampuan menulis, menggambar, dan melakukan aktivitas mandiri.
Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran tidak hanya difokuskan pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek fisik dan psikomotorik anak.
Menanamkan Nilai Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Selain melatih motorik, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Anak-anak dikenalkan pada konsep sederhana tentang alam, tanaman, dan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap hijau dan lestari.
Guru menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan bahasa yang mudah dipahami, seperti pentingnya menyiram tanaman, tidak merusak tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Melalui pengalaman langsung menanam tanaman, anak-anak belajar bahwa tanaman adalah makhluk hidup yang perlu dirawat.
Mereka juga diajak untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang telah ditanam, sehingga tumbuh rasa memiliki dan kepedulian.
Nilai-nilai ini diharapkan dapat membentuk karakter anak yang peduli terhadap alam sejak usia dini.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program tanam pohon kembali yang diinisiasi oleh sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Program tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi diintegrasikan secara langsung ke dalam kegiatan pembelajaran harian anak.
Peran Guru sebagai Fasilitator Pembelajaran Bermakna
Keberhasilan kegiatan pembelajaran ini tidak terlepas dari peran aktif para guru di TPA KB TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan.
Guru tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga membangun suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan.
Dengan pendekatan komunikatif, guru memberikan contoh, mengajak anak berdialog, serta memberikan pujian dan motivasi agar anak merasa percaya diri.
Dalam kegiatan menanam tanaman, guru juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kesabaran, kerja sama, dan tanggung jawab.
Anak-anak diajak untuk bergiliran menggunakan alat, bekerja sama dengan teman, serta menyelesaikan kegiatan hingga tuntas. Hal ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter sosial anak.
Guru juga memastikan bahwa kegiatan berlangsung dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Setiap tahapan disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak, sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa terbebani.
Suasana Pembelajaran yang Aktif dan Menyenangkan
Selama kegiatan berlangsung, suasana pembelajaran tampak hidup dan penuh keceriaan. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi saat berinteraksi dengan tanah dan tanaman.
Rasa ingin tahu anak terlihat dari berbagai pertanyaan sederhana yang mereka ajukan, seperti jenis tanaman yang ditanam, warna daun, dan cara tanaman tumbuh.
Interaksi langsung dengan alam memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
Anak-anak dapat merasakan tekstur tanah, melihat secara langsung bentuk tanaman, serta memahami proses pertumbuhan secara sederhana.
Pengalaman ini menjadi stimulasi yang sangat baik bagi perkembangan kognitif dan emosional anak.
Kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan antara guru dan peserta didik, yang memperkuat hubungan emosional dan menciptakan iklim belajar yang positif.
Komitmen Sekolah terhadap Pendidikan Holistik
Melalui kegiatan praktik menanam tanaman, TPA KB TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bebekan menunjukkan komitmennya dalam menerapkan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan kesadaran sosial anak.
Sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak dapat memahami makna dari setiap aktivitas yang dilakukan.
Dengan mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan ke dalam pembelajaran, sekolah turut berkontribusi dalam mencetak generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan berwawasan lingkungan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin dalam pembelajaran.
Dengan demikian, anak-anak tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga memiliki karakter positif dan kesadaran ekologis yang kuat sejak dini.
Penulis : Ahmad Farichi Tamami
Editor: Nabila Wulyandini

















