pgpaud.umsida.ac.id — Sidoarjo, 04 Februari 2026 Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar FPIP Cup 2026, sebuah ajang kompetisi yang melibatkan berbagai program studi, serta organisasi kemahasiswaan di bawah naungan FPIP.
Kompetisi ini bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat generasi muda di bidang seni tari serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Nusantara.
Selain itu, acara ini juga menjadi sarana silaturahmi dan kompetisi sehat antar peserta.
Tujuan dan Persiapan Lomba Tari Kreasi FPIP Cup 2026
Ketua panitia FPIP Cup 2026, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa lomba ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui seni tari.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mengasah bakat dan minat generasi muda di bidang seni tari serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya Nusantara,” ujar ketua panitia.
Lomba Tari Kreasi yang diadakan pada 31 Januari 2026 ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
Acara ini melibatkan seluruh anggota himpunan yang bertugas sebagai panitia sekaligus peserta. Persiapan untuk acara ini dimulai sejak Desember 2025 untuk memastikan kelancaran acara yang berjalan pada akhir Januari 2026.
“Lomba ini juga menjadi ajang untuk memupuk rasa kekompakan dan kreativitas antar peserta,” tambah ketua panitia.
Dengan melibatkan berbagai pihak, lomba tari ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi juga pelajar dari berbagai kalangan, menjadikannya sebagai wadah terbuka bagi siapa saja yang ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam seni tari.
Kompetisi dan Penilaian Lomba Tari Kreasi
Lomba Tari Kreasi FPIP Cup 2026 diikuti oleh 11 peserta yang telah terdaftar sebelumnya.
Proses pencarian peserta dilakukan secara terbuka dengan mengundang berbagai pihak yang tertarik untuk berpartisipasi.
Peserta menampilkan beragam kreasi tari yang menggabungkan unsur budaya tradisional dengan sentuhan modern, yang membuat setiap penampilan begitu menarik dan unik.
Suasana selama perlombaan berlangsung sangat semarak. Para penonton yang memadati area kegiatan memberikan dukungan penuh kepada para peserta, menciptakan atmosfer yang positif dan menyemangati mereka untuk memberikan penampilan terbaik.
“Lomba tari ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menghargai seni dan budaya yang ada di Indonesia,” ujar salah satu peserta.
Penilaian lomba dilakukan berdasarkan beberapa aspek, seperti teknik gerak, kekompakan, kreativitas, ekspresi, dan kesesuaian dengan tema tari kreasi.
Dewan juri yang terdiri dari para ahli tari dan seni budaya memberikan penilaian yang objektif dan fair.
Aspek penting lainnya yang menjadi perhatian adalah bagaimana setiap peserta dapat menyampaikan cerita melalui gerakan tari mereka.
Apresiasi dan Harapan untuk Kegiatan Mendatang
Lomba Tari Kreasi FPIP Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk berkompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
“Ini adalah kesempatan emas untuk bisa menampilkan bakat saya di depan umum. Selain itu, saya juga belajar banyak tentang pentingnya kekompakan tim dan bagaimana menampilkan ekspresi yang sesuai dengan musik yang dimainkan,” ujar Wahyu Nur Hidayat, salah satu peserta lomba.
Panitia mengungkapkan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para peserta dan dukungan yang luar biasa dari pihak-pihak terkait.
“Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman HIMA PGPAUD dan pihak lain yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan ini. Semoga acara serupa dapat terus dilaksanakan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas generasi muda,” ungkap panitia dalam pernyataan mereka.
Kegiatan ini juga memberikan pembelajaran berharga bagi panitia. Sebagai panitia, mereka tidak hanya belajar tentang teknis pelaksanaan acara, tetapi juga mengasah kemampuan dalam bekerja sama sebagai tim, mengelola waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
“Kami berharap acara ini dapat dijadikan sebagai contoh yang baik dan diadakan lebih sering untuk menciptakan ruang bagi pengembangan bakat dan kreativitas anak serta mahasiswa,” ujar ketua panitia.
Penulis: Fitri Qifthiyah
Editor: Nabila Wulyandini

















